DPC PKB Bengkalis Gelar Bedah Buku dengan Tema Sosialisme Islam di Era Modern
dibaca: 23 kaliBerita Sebelumnya
- Meriahkan HUT Ke - 81 RI, Pengkab Perbakin Gelar Turnamen Menembak Se - Kabupaten Bengkalis
- Meriahkan HUT Ke - 81 RI, Pengkab Perbakin Bengkalis Gelar Turnamen Menembak se - Kabupaten Bengkali
- Peringati Hari Anak Nasional 2026, SD Negeri 3 Bantan Gelar Aksi Peduli Lingkungan di Pantai Senekip
- Bupati Kasmarni Terima Penghargaan dari MUI Kabupaten Bengkalis
Berita Terkait
- Bahas Persoalan Daerah Hingga Dorong Gerakan Kolektif
- Polbeng Pasang Jam Digital Waktu Salat Berbasis Running Text di Masjid Almujahidin Desa Air Putih
- Dosen dan Mahasiswa Polebeng Pasang Jam Waktu Sholat Digital Berbasis TV LED di Masjid Taj Al-Ulum
- Jelang LKTJ 2026, PWI Bengkalis Gandeng Belasan Perangkat Daerah
- Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati, Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
- Soroti Ringannya Hukuman dan Status Penahanan
BENGKALIS – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bengkalis menggelar bedah buku dan diskusi bertema "Sosialisme Islam" di Bengkalis, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan ini menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi intelektual sekaligus memperkuat pemahaman tentang keadilan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Twin Hotel Bengkalis tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda pengukuhan pengurus DPC PKB Bengkalis yang dijadwalkan pada Sabtu malam, di Gedung Cikpuan
Diskusi mengangkat relevansi pemikiran Sosialisme Islam dalam pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan sumber daya secara berkeadilan, serta pengelolaan lingkungan hidup yang lestari dan berkelanjutan. Pembahasan turut mengulas pemikiran dua tokoh besar, yakni H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati.
Hadir sebagai narasumber Sekretaris Eksekutif Bahtera Melayu, Khairul Saleh, SH, MH dan Sekretaris I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Ruliono, S.Sos.I, M.Si. Diskusi dipandu moderator Billy Yanis Syaputra.
Ketua DPC PKB Bengkalis, Irmi Syakip, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PKB untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual dan budaya diskusi yang dinilai mulai tergerus dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, PKB yang telah berusia 28 tahun memiliki keterkaitan sejarah dengan perjalanan reformasi Indonesia pada 1998. Keduanya lahir dari semangat perubahan dan aspirasi masyarakat untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik sesuai cita-cita kemerdekaan.
Ia menilai perjalanan reformasi yang hampir memasuki tiga dekade perlu terus dievaluasi, terutama dalam hal tata kelola sumber daya alam. Salah satu persoalan mendasar yang harus dijawab adalah sejauh mana pengelolaan sumber daya tersebut telah memenuhi prinsip keadilan, mendorong kemandirian ekonomi, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
"Berbagai persoalan yang muncul hari ini harus segera kita evaluasi, koreksi dan benahi. Kita perlu melihat sejauh mana kemaslahatan yang bisa dicapai dan kemudaratan yang harus dicegah demi masa depan anak cucu serta kelangsungan kehidupan bangsa sesuai amanat konstitusi," ujar Irmi Syakip.
Ketua Fraksi PKB DPRD Bengkalis ini menjelaskan, gagasan Sosialisme Islam ingin mengembalikan semangat ekonomi yang berorientasi pada amanat konstitusi. Pemikiran tersebut juga diharapkan menjadi salah satu pendekatan dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, mulai dari persoalan ekonomi, politik, sosial hingga kebudayaan.
Ia menyebut pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati masih relevan untuk membaca berbagai persoalan yang terjadi saat ini. Karena itu, diskusi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ruang bertukar pendapat, tetapi juga mampu membangun kembali tradisi intelektual, khususnya di kalangan mahasiswa dan akademisi.
"Kita ingin mengembalikan tradisi intelektual. Gerakan mahasiswa bukan hanya gerakan aksi, tetapi juga harus dibangun melalui kekuatan alam pikiran dan dasar pemikiran yang kuat. Pemikiran tokoh-tokoh besar yang selama ini seakan ditinggalkan justru masih sangat kontekstual dengan kondisi hari ini," ungkapnya.
Sementara itu, moderator diskusi, Billy Yanis Syaputra, mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk mengulas hubungan antara nilai-nilai Islam dan gagasan sosialisme, termasuk bagaimana pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati dapat diterapkan dalam menjawab persoalan sosial kontemporer.
Billy yang juga dosen IAIN Laksmana Bengkalis itu menilai kesadaran sosial seseorang turut dipengaruhi lingkungan tempat ia tumbuh dan berinteraksi.
Ia berharap pembahasan Sosialisme Islam tidak berhenti pada tataran teori, melainkan mampu melahirkan perspektif kritis terhadap persoalan pemberdayaan masyarakat, keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam, serta pelestarian lingkungan hidup.
"Bagaimana sumber daya alam dikelola sesuai hakikat dan peruntukannya, serta bagaimana lingkungan hidup tetap dijaga dan dilestarikan. Ini menjadi bagian penting yang perlu kita bedah dan diskusikan bersama," ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Syuro PKB Bengkalis Khairi Samto, Sekretaris DPC PKB Riza Zulhelmi, Bendahara Muhammad Faizal, Ketua Garda Bangsa Ismail Marzuki, serta sejumlah anggota DPRD Fraksi PKB.
Selain bedah buku, rangkaian kegiatan PKB Bengkalis juga diisi Orientasi Politik Pengurus, Musyawarah Cabang Perempuan Bangsa, Musyawarah Kerja DPC PKB Bengkalis, pengukuhan pengurus, serta Garda Run yang dijadwalkan berlangsung Ahad pagi.**
Penyunting : SUPIAN
0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

