Mudik Asyik Menyambut Hari Kemenangan
dibaca: 3891 kaliBerita Sebelumnya
- Sekaligus Buka Sosialisasi Posyandu 6 SPM di Desa Mentanyan
- Tegaskan Peran Koperasi Sebagai Pengerak Ekonomi Rakyat
- Hadiri Riau Bhayangkara Run 2026, Dukung Sinergitas dan Kampanye Lingkungan
- Ketua DPRD Riau Kaderismanto Hadiri Riau Bhayangkara Run, Dukung Sinergitas dan Kampanye Lingkungan
Berita Terkait
- Irmi Syakip : Semoga Kita Di Pertemukan Kembali Ramadhan Yang Akan Datang
- Ikatan Alumni Polbeng (lKA-PB) Periode 2018 - 2021 Resmi di Kukuhkan
- Berkah Ramadhan Terhadap Ekonomi Nasional
- Komunitas Supermoto BEKDAX Santuni Anak Yatim
- Sejumlah Tenaga Medis di Siagakan Pada 8 Titik Posko Lebaran Se-Kab.Bengkalis
- Dewan Pers Keluarkan Imbauan Tidak Layani Permintaan THR
BENGKALIS - Mudik tahun ini terasa berbeda di bandingkan tahun lalu, Libur hari raya idul fitri tahun ini lebih lama di bandingkan tahun sebelumnya yakni selama 10 hari. Tentu hal ini sangat disambut gembira bagi masyarakat, selain dapat lebih cepat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, tradisi mudik yang dilakukan pada tahun ini bisa lebih renggang waktunya serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat ke tempat yang akan dituju.
Tradisi mudik memang menjadi perhatian besar pemerintah, mulai dari persiapan infrastruktur jalan, tenaga pengaman dan sukarelawan, kebutuhan Bahan Bakar Minyak, informasi arus mudik dan balik, sampai ketersediaan bahan pokok yang harus di penuhi. Iya, ini memang tradisi yang luar biasa memberikan dampak sosial, politik dan ekonomi. Selain dapat berkumpul dan melepas rindu di kampung halaman ada makna besar yang terkandung dalam tradisi mudik ini.
Tidak ada negara didunia ini yang memang betul-betul memperhatikan dan mempersiapkan segala kebutuhan yang berkaitan dengan mudik, hanya di indonesia melakukan itu. Memang betul-betul besar perhatian yang diberikan negara untuk kenyamanan dan keamanan selama mudik berlangsung, bahkan semua pihak juga memberikan perhatian dengan kapasitasnya masing-masing seperti program mudik gratis yang di lakukan oleh kementrian atau lembaga negara, partai politik serta perusahaan juga melakukan program serupa.
Beberapa negara juga mengenal istilah mudik, di China mudik dilakukan ketika hari raya imlek. Berkumpul bersama keluarga dan memberi hadiah kepada orang tua dan sanak keluarga menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan. India juga melakukan aktifitas mudik ketika merayakan Deepavali (festifal cahaya), deepavali melambangkan kemenangan kebaikan atas keburukan dan dirayakan selama lima hari berturut-turut. Umat hindu menganggap festival ini sebagai perayaan untuk memperkuat hubungan tali silaturahmi sesama keluarga dan teman. Begitu juga di Malaysia di Negara tetangga ini mengenal mudik dengan istilah balik (balek) kampung, dan perayaan hari raya idul fitri di malaysia lebih kurang sama dengan di Indonesia. Bahkan di Malaysia berlomba-lomba membuat video pendek tentang hari raya idul fitri dan sangat menggugah hati.
Setiap tahun pasti ada peningkatan fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, walaupun masih ada kekurangan ya biasalah, itu bagian dari proses yang harus kita maklumi. Tahun ini beberapa ruas tol fungsional juga sudah dapat di gunakan untuk mengurai macet yang terjadi di pantura, segala persiapan sudah dilakukan pengecekannya mulai dari kepolisian, kementrian PU dan Kementerian Perhubungan pada fasilitas yang ada baik darat, laut maupun udara.
Arus mudik di Bengkalis terpantau lancar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan, baik di jalan lintas Pekanbaru-Dumai atau Pekanbaru-Bengkalis. Jalur laut juga tidak mengalami penumpukan yang berarti, seperti terlihat di Pelabuhan Ro-ro Bengkalis maupun Sei Selari masih terkendali dengan armada dan fasilitas yang sudah di persiapkan oleh Pemerintah Daerah
Semoga hari raya tahun ini kita dapat berkumpul bersama keluarga dan bermaaf-maafan kepada kedua orang tua, keluarga serta sesama. Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
BIlly Yanis Saputra, MM
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

