Tegaskan Komitmen Lestarikan Adat dan Budaya
dibaca: 6 kaliBerita Sebelumnya
- Ketua DPRD Riau Kaderismanto Hadiri Riau Bhayangkara Run, Dukung Sinergitas dan Kampanye Lingkungan
- Foto Bukti Bocor, Tak ada Satupun Ketua Desa Yang Hadir
- Foto Bukti Bocor, Tak ada Satupun Ketua Desa Yang Hadir
- Sinergi Perkuat Ketahanan Pangan, Wabup Bagus Santoso Hadiri Panen Raya TNI di Siak Kecil
Berita Terkait
- Tegaskan Bahwa Pemerintah Selalu Hadir di Tengah Masyarakat
- Peningkatan Peran Tenaga Kerja Lokal dan Program Pemberdayaan Masyarakat
- Satlantas Polres Bengkalis "Polisi Sahabat Anak" di SD IT Al- Fatih Duri
- Perkuat Langkah Menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
- Sekaligus Buka Sosialisasi Posyandu 6 SPM di Desa Mentanyan
- Tegaskan Peran Koperasi Sebagai Pengerak Ekonomi Rakyat
BENGKALIS – Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni secara resmi membuka Sepekan Kenduri Adat sempena Hari Jadi ke-514 Bengkalis Tahun 2026 dengan menggunting pita di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Sabtu 25 Juli 2026
Sepekan Kenduri Adat merupakan salah satu rangkaian utama peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis yang menjadi wadah pelestarian adat, seni, dan budaya Melayu sekaligus memperkuat jati diri serta semangat kebersamaan masyarakat Negeri Junjungan.
Usai prosesi pembukaan, Bupati Kasmarni beserta rombongan meninjau stand bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut memeriahkan kegiatan. Kehadiran Bupati mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan berbagai kesenian, di antaranya Barongsai, Kuda Lumping, dan Reog. Ragam pertunjukan tersebut mencerminkan harmonisasi keberagaman budaya yang hidup dan berkembang di Kabupaten Bengkalis.
Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada LAMR Kabupaten Bengkalis beserta seluruh pemangku adat, budayawan, seniman, panitia pelaksana, dan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Sepekan Kenduri Adat.
Menurut Kasmarni, Sepekan Kenduri Adat bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengenang jasa para pendahulu, memperkuat identitas daerah, sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur budaya Melayu kepada generasi penerus.
Sepekan Kenduri Adat merupakan wadah untuk memperkokoh jati diri masyarakat Melayu, mempererat silaturahmi, serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi warisan leluhur kita,” ujar Kasmarni.
Lebih lanjut, Bupati Kasmarni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus melaksanakan pembangunan yang berpijak pada nilai-nilai adat, seni, budaya, dan kearifan lokal sebagai fondasi dalam mewujudkan daerah yang maju, bermarwah, dan berdaya saing
Sejalan dengan tema Hari Jadi ke-514 Bengkalis, “Semangat Kebersamaan Mewujudkan Bengkalis Bermarwah dan Gemilang”, Kasmarni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kekompakan, serta menghidupkan semangat gotong royong dalam membangun Negeri Junjungan.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Bupati berharap Sepekan Kenduri Adat mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM, meningkatkan kunjungan wisata, sekaligus memperkenalkan kekayaan adat dan budaya Bengkalis kepada masyarakat yang lebih luas.
Mari jadikan Hari Jadi ke-514 Bengkalis sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta bersama-sama membangun Bengkalis yang bermarwah dan gemilang,” ajaknya
Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Bengkalis Dr. Bagus Santoso, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, sejumlah Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Ketua MKA LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri H. Ilham Noer, Ketua DPH LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri Syaukani Al Karim, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis Buya Amrizal, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.**
Penyunting : SUPIAN
0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

