Masyarakat Batak HKBP Sukajadi Dukung Abdul Wahid Dengan Simbol Ulos
dibaca: 530 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
Berita Terkait
- Ketua Tim Paslon 03 Menolak Pembangunan Jembatan Bengkalis, Ini Kata Pengamat
- Tabligh Akbar Merupakan Bentuk Kampanye Lainnya, Tetap di Perbolehkan
- Kabar Gembira Untuk Guru PPPK, Abdul Wahid Berkomitmen Guru PPPK Lulus Tetap Ditempatkan di Sekolah
- Kabar Gembira Untuk Guru PPPK, Abdul Wahid Berkomitmen Guru PPPK Lulus Tetap Ditempatkan di Sekolah
- Dukung Program Abdul Wahid - SF Hariyanto
- Dukung Program Abdul Wahid - SF Hariyanto
PEKANBARU. - Calon gubernur Nomor urut satu, Abdul Wahid bersama calon walikota Pekanbaru Edy Natar, menghadiri acara pesta gotilong dan peringatan Hari Ulang Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort Sukajadi, Minggu (3/11/2024).
Abdul Wahid disambut riuh dengan tarian tor tor oleh ribuan masyarakat Batak.
Dalam momen bersejarah tersebut, Pendeta HKBP Hesan Simbolon memberikan ulos sebagai simbol dukungan masyarakat Batak terhadap Abdul Wahid dalam pemilihan gubernur Riau (Pilgubri).
Filosofi ulos mencerminkan harapan dan doa sebagai tanda kasih sayang, yang diharapkan dapat membawa berkat dari Tuhan. "Doa kami, Pak Wahid, semoga Anda mendapatkan apa yang dicita-citakan," ungkap pendeta tersebut.
Abdul Wahid mengungkapkan kebahagiaannya dan berterimakasih sebab ulos dapat menjadi pelindung baginya. Ia menekankan peran penting masyarakat HKBP dalam membangun Pekanbaru yang aman, santun, dan damai, terutama dalam rangka merayakan usia HKBP yang telah memasuki tahun ke-58.
"Keberagaman di bumi Melayu ini luar biasa, kita bisa hidup berdampingan dengan harmonis, menunjukkan bahwa Riau adalah komunitas untuk semua suku tanpa konflik," ujar Wahid.
Di tengah suasana akrab, Wahid juga menyampaikan pantun yang mengungkapkan kebanggaannya terhadap keragaman budaya: "Kayu bukan sembarang kayu, kayu dibelah dengan kapak, Melayu bukan sembarang Melayu, Melayu sudah bergabung dengan Batak."
Lebih lanjut, Wahid menegaskan bahwa semua orang sama, kecuali penjahat. Ia berharap dukungan dari persekutuan Batak di HKBP agar dapat memajukan Riau ke depan. "Doakan saya dalam perjalanan ini untuk membawa Riau lebih maju," tambahnya.**
Editor : SUPIAN
0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

