Pemerintah Bakal Hentikan Penjualan Mobil Dan Motor Pakai BBM
dibaca: 1707 kaliBerita Sebelumnya
- Pj Kepala Desa Senderak Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Publik
- Pj Kepala Desa Senderak Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Publik
- Masjid Nurul Yakin Resmi Berdiri di Desa Senderak, Sambut Ramadhan Dengan Semangat Baru
- Momentum Perkuat Kebersamaan Sambut Ramadhan 1446 H
Berita Terkait
- Antisipasi Covid 19, Sertu Uuk Sudarjianto Giat Lakukan Komunikasi Sosial di Kampung Maredan Tualang
- Antisipasi Titik Api, Sertu Pauzi Kembali Gelar Patroli Karlahut
- Serda SB Batu Bara Kembali Ingatkan Warga Desa Temeran Hindari Kebakaran Hutan dan Lahan
- Panpel Konfercab PWI Bengkalis Matangkan Persiapan
- Pantau Karlahut, Anggota Koramil 11 Kandis Serda Julia Darma Kembali Lakukan Patroli
- Cegah Covid 19, Serma Suriadi Giat Lakukan Operasi Prokes
BENGKALISINFO. COM - Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menciptakan Net Zero Emission atau Nol Emisi Karbon pada tahun 2060. Sabtu (16/10/2021).
Konsekuensinya pemerintah berencana menyetop penjualan kendaraan berbahan bakar bensin mobil dan motor.
Dilansir dari KompasT.V, pemerintah juga menargetkan peralihan 13 juta sepeda motor listrik di tahun 2027.
"Transformasi menuju net zero emission menjadi komitmen kita paling lambat 2060," kata Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Arifin Tarif dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Rabu ( 12/10/2021).
Untuk mencapai target nol emisi ini, pemerintah menerapkan 5 prinsip utama, yakni peningkatan pemanfaatan EBT, pengurangan energy fosil, kendaraan listrik di sektor transportasi, peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga dan industry, serta pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS).
Arifin pun menjelaskan bahwa tahapan pemerintah menuju capaian target nol emisi. Ditahun 2021, pemerintah akan mengeluarkan regulasi dalam bentuk Peraturan presiden terkait EBT dan retirement coal.
"Tidak ada tambahan PLTU baru kecuali yang sudah berkontrak maupun sudah dalam tahap konstruksi," ucapnya
Pada tahun 2027, pemerintah akan memberhentikan stop impor LNG dan 42 persen EBT didominasi dari PLTS.(Rls)**
Penyunting : SUPIAN
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

