Lapas Bengkalis Digeledah, Handphone, Charger dan Benda Tajam Ditemukan
dibaca: 3582 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu Kepala 3.700 Pegawai Pemkab Bengkalis, Ini Pesannya
- Hidupkan Budaya dan Lingkungan Lewat Festival Sampan Layar
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
Berita Terkait
- Babinsa Kampung Muara Bungkal Gelar Patroli Karlahut Bersam Warga
- Serda Brosur S : Peran Masyarakat Sangat Di Butuhkan Dalam Mencegah Karlahut
- Antisipasi Kebakaran Hutan, Babinsa Desa Pematang Duku Gelar Patroli Karlahut
- Cegah Covid 19, Babinsa Desa Putri Puyu Gelar Operasi Prokes
- Kajari Bengkalis Terima Pelimpahan Narkoba 56 Kilogram Sabu dari BNN Pusat
- Personil TNI 11 Kandis Gelar Operasi Bantuan Kemanusiaan
BENGKALISINFO.COM -Lapas Kelas II Bengkalis digeledah Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau, Maulidi Hilal, Jumat (26/2/2021). Tidak main-main, kamar para warga binaan satu persatu diperiksa untuk memastikan barang terlarang tidak digunakan di sana.
Selain itu, inspeksi tersebut merupakan bentuk komitmen Kakanwil Menkumham Riau memberantas peredaran narkoba dari Lapas dan Rutan.
Dihadapan sejumlah wartawan, Kepala Divisi Pemasyarakatan Maulidi Hilal memperlihatkan sejumlah barang bukti sitaan dari penggeledahan hunian warga binaan. Charger terlihat lebih banyak ditemukan dibandingkan handphone. Setidaknya ada 10 buah charger dan 4 unit handphone disita dan langsung dirusak Kadiv.
"Kita melakukan operasi penggeledahan di dalam, ada beberapa handphone, peralatan sajam. Ini banyak charger, kalau banyak charger alamat handphone banyak di dalam," ungkap Hilal didampingi Kepala Lapas Bengkalis Edi Mulyono dan Kepala Rupbasan Ari Suswanto.
Kemudian, barang-barang dianggap tajam seperti gunteng, pemotongan kuku, paku, alat cukur dan mancis ikut disita. Menurut Hilal itu bisa mengganggu kamtibmas dalam Lapas.
"Hal hal yang dianggap, diduga bisa mengganggu kamtib kami sita. Seperti sikat gigi, biasanya harus dipatahkan kalau tidak dibikin runcing jadi sajam. Paku, jepit kuku. Saya juga menggeledah blok, saya langsung tanya, menggeledah petugas blok, pegang handphone atau tidak, ternyata pegang handphone dan saya hancurkan ditempatkan"
"Karena saya sudah katakan kepada kalapas kalau ada petugas yang pegang handphone akan saya hancurkan. Ini tidak bisa ditolerir. Sesuai arahan pak Kakanwil, kita sudah komitmen sampai hal yang terkecil. Contohnya seperti ini," tambah Kepala Divisi Pemasyarakatan lagi.
Ia menegaskan, di dalam blok Lapas tidak boleh ada petugas yang membawa handphone. Itu merupakan komitmen dalam pemberantasan narkoba.
"Artinya inilah komitmen kami memberantas peredaran narkoba dari lapas dan rutan. Sudah cukup pekak telinga kami sebutan Lapas jadi pengendalian narkoba, " tegas Hilal.
Selain menggeledah kamar warga binaan, Kepala Divisi Pemasyarakatan melakukan tes urine terhadap seluruh pegawai Lapas yang hasil negatif. Selanjutnya mengecek self servis sebagai bentuk pelayanan hak-hak warga binaan.**
Editor : SUPIAN
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

