Serap Aspirasi Masyarakat Saat Reses, Sugainto Fokus Infrastruktur Jalan & Pembangunan

dibaca: 685 kali
Oleh: redaksi DPRD | Minggu, 23 Agustus 2020 - 23:51:51 WIB

Serap Aspirasi Masyarakat Saat Reses, Sugainto Fokus Infrastruktur Jalan & Pembangunan

Sugianto pada saat menyampaikan sambutan dalam acara reses di Desa Kecamatan Siak Kecil

 

BENGKALIS - Meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi covid - 19, anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Sugianto tetap melakukan kegiatan reses diberbagai tempat yakni di Desa Sungai Nibung, Desa Bandar Jaya, Desa Muara Dua dan Desa Sadar Jaya di wilayah Kecamatan Siak Kecil. Jumat & sabtu (21,22/08/2020).

 

Reses merupakan salah satu agenda wajib DPRD diluar sidang yang bertujuan untuk menyerap aspirasi serta keluh kesah warga dan juga sebagai ajang silaturahmi.

 

Dalam reses kali ini, tepatnya di Desa Sungai Nibung dan Desa Bandar Jaya anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Sugianto mengatakan bahwa banyak sekali keluhan dari masyarakat Desa tersebut, antara lain berkaitan dengan infrastruktur jalan penghubung antar Desa yang sampai saat ini belum selesai dilakukan pekerjaanya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis.

 

"Tepatnya pada jumaat yang lalu setelah kita melakukan reses di dua titik tepatnya di Desa Sungai Nibung dan Desa Bandar Jaya, hal yang menjadi persoalan sampai saat ini dari masyarakat adalah pembangunan infrastruktur jalan. melalui reses ini saya menegaskan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis untuk dapat menyelesaikan persoalan jalan di Desa mereka," Kata Sugianto.

 

Selain itu, kepada awak media Bengkalisinfo.com, Sugianto mengungkapkan para tokoh dan masyarakat Desa setempat mempertanyakan kondisi jalan di Desa BOB yang menghubungkan Kecamatan Sabak Auh atau Desa Bandar Sungai ke Desa Sungai Nibung kondisi jalannya rusak.

 

"Masyarakat mempertanyakan kondisi jalan di Desa mereka saat ini sangat memprihatinkan seperti jalan BOB yang menghubungkan ke Kecamatan Sabak Auh jalan tersebut merupakan jalan Pemda Bengkalis sehingga pihak BOB tidak bisa memperbaiki. Ketika masyarakat dan para tokoh kembali mempertanyakan kepada Pemda Bengkalis kondisi jalan tersebut malah Pemda melemparkan tanggung jawab perbaikan balik ke BOB," Sambung Sugianto.

 

Dikatakannya, jalan merupakan objek vital dan urat nadi perekonomian di Desa tersebut, tentu ini menjadi prioritas utama, karena setiap hari nya puluhan ton mobil pengangkut sawit melewati jalan itu.

 

"Kita berharap kepada Pemda Bengkalis masalah jalan harus menjadi prioritas utama karena jalan merupakan akses atau sebagai urat nadi perekonomian masyarakat Desa serta dapat meningkatakan perekonomian rakyat khususnya masyarakat Kecamatan Siak Kecil dan Kecamatan Bukit Batu," Ujarnya.

 

Selain menyerap aspirasi masyarakat Desa Sungai Nibung dan Desa Bandar Jaya terkait persoalan pembangunan infrastruktur jalan yang belum maksimal, dalam reses tersebut Sugianto juga menekankan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis untuk menyelesaikan masalah tapal batas di Desa Bandar Jaya yang sampai saat ini belum selesai.

 

"Selain masalah jalan yang belum selesai, sampai saat ini ada permasalahan lain seperti tapal batas di Desa Bandar Jaya pun belum selesai. Kita berharap kepada OPD terkait seperti DPMD Kabupaten Bengkalis untuk segera menyelesaikan tapal batas tersebut," Lanjut Sugianto

 

Lebih lanjut, Sugianto juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu ketika Gubernur Riau, H.Syamsuar didampingi Plh Bupati Bengkalis H.Bustami HY, melakukan kunjungan kerja ke Desa Muara Dua dalam rangka penanaman sawit rakyat.

 

 "Dalam kunjungan kerja tersebut Gubernur Riau H. Syamsuar menegaskan kepada Plh Bupati Bengkalis, H.Bustami HY, untuk segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan penghubung antar Desa yang ada di Kabupaten Bengkalis khususnya di Kecamatan Siak Kecil," Tutup Sugianto.

 

Sementara itu, setelah selesai melakukan reses Sugianto juga  menyempatkan diri untuk berkunjung ke MDTA di Dusun Bandar Sari Desa Bandar Jaya dan melihat langsung kondisi fisik MDTA yang rusak berat, karena tidak ada gedung lain, maka gedung tersebut tetap dipergunakan sebagai tempat proses belajar mengajar. Saya berharap kepada OPD terkait agar dapat memberikan perhatian khusus terhadap lembaga pendidikan Keagamaan tersebut.**

 

Penulis : Supian

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook