H. Bagus Santoso: STAIN Bengkalis akan Lebih Hebat dari Hari ini
dibaca: 3492 kaliBerita Sebelumnya
- Sekaligus Buka Sosialisasi Posyandu 6 SPM di Desa Mentanyan
- Tegaskan Peran Koperasi Sebagai Pengerak Ekonomi Rakyat
- Hadiri Riau Bhayangkara Run 2026, Dukung Sinergitas dan Kampanye Lingkungan
- Ketua DPRD Riau Kaderismanto Hadiri Riau Bhayangkara Run, Dukung Sinergitas dan Kampanye Lingkungan
Berita Terkait
- Kasmarni Siap Perkuat STAIN Bengkalis, Dukung Peralihan Status ke IAIN
- STIE Syariah Bengkalis Bersama Pengadilan Agama, Teken MoU Kerjasama Pendidikan dan Riset
- Cegah Meluasnya Covid-19, Seluruh ASN dan Tenaga Honorer Dinas PUPR Bengkalis Lakukan Sweb Masal
- Pekerjaan Pembangunan Kantor Camat Talang Muandau Tender Ulang, Ini Penjelasan Plt Kadis PUPR
- KDI dan Masyarakat Bengkalis Ucap Selamat dan Terima Kasih atas Peresmian Tol Permai Oleh Jokowi
- Pemuda Pancasila dan Warga (Pandawa) Siap Menangkan KBS.
BENGKALIS – Calon Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso percaya bahwa perguruan tinggi STAIN Bengkalis akan terus berkembang dan lebih hebat dari hari ini. Suatu saat, STAIN akan melahirkan pemikir dan pemimpin besar di Indonesia, khususnya di Bengkalis, Riau.
Hal itu disampaikan Bagus Santoso yang juga merupakan alumni STAIN Bengkalis angkatan 1998 kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020). “Dulu namanya masih STIT Al-Kaustar, mahasiswanya masih 7 orang. Sekarang sudah berkembang cukup pesat, jadi saya optimis kalau kedepan STAIN akan semakin hebat dan bedelau,” ujarnya.
Sedikit menyibak ke belakang sejarah STAIN Bengkalis, Bagus mengatakan, STIT Bengkalis yang merupakan cikal bakal STAIN Bengkalis berdiri pada tanggal 17 Juli 1988, dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam Al-Kautsar (YPIA). “Berawal dari keprihatinan Pak Asyari Nur, ketika itu beliau pegawai Departemen Agama, yang melihat sangat minimnya SDM Kabupaten Bengkalis khususnya aparatur pemerintahan yang berkualifikasi sarjana (S-1),” ujar Bagus.
Singkat cerita, sambung Bagus, lalu berdirilah STIT yang merupakan singkatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Kautsar dengan lokasi di Jalan Pembangunan. Gedungnya menumpang di SLB dan jumlah mahasiswanya pun masih bisa dihitung dengan jari. “Mahasiswa seangkatan saya hanya 7 orang, satu diantaranya sangat istimewa dialah Nona Siti Aisyah istri tercinta,” ujar Bagus sambil tersenyum.
Dikatakan, seiring berjalannya waktu STIT Al-Kautsar ditingkatkan statusnya menjadi STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) dan berlanjut menjadi STAIN melalui perjuangan yang panjang dan heroik. Saat itu dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bengkalis turut serta bersama H Asyari Nur, almarhum Rahman Jalil, Prof Syamsulnizar, Utadz Edy dan kawan-kawan lainnya mengikhlaskan Perguruan Tinggi swasta yang demi kemajuan pendidikan menjadi PT Negeri.
“Sekarang STAIN menjelma menjadi perguruan tinggi ternama dan dikenal luas tidak hanya di Kabupaten Bengkalis melainkan juga Riau dan nasional,” ujarnya.
Melihat sejarah perkembangan STAIN sejak mulai berdiri, sambung Bagus, maka dirinya sangat optimis kelak STAIN akan semakin hebat. “Bahwa STAIN adalah Kampus primadona orang Bengkalis. Insyaallah akan melahirkan pemikir dan pemimpin besar di Indonesia terkhusus di Bengkalis Riau. Amin,” harapnya. (rls)
Penyunting : Supian
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

