Diskor Lagi, Peserta Musdalub HIPMI Riau Pertanyakan Penunjukan Pimpinan Sidang
dibaca: 2441 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
Berita Terkait
- Cegah Mobilitas Warga, Sertu Aprianto Gelar Patroli dan Operasi Prokes di Kampung Sungai Gondang
- Cegah Bahaya Virus Corona, Serma Kamidi Menggelar Patroli Prokes di Jalan Hang Tuah Sungai Apit
- Cegah Terjadinya Kebakaran, Serka Dame Silaban Giat Lakukan Patroli Karlahut
- Cegah Covid 19, Babinsa Koramil 07 Bukit Batu Serma Amir Mahmud Gelar Prokes di Pasar Baru Sungai Se
- Putus Covid 19, Anggota Koramil 01 Bengkalis Serka Yanuswar Giat Lakukan Sosialisasi
- Putus Covid 19, Di Pasar Tradisional Serda Sugiarto Kembali Menggelar Operasi Prokes
BENGKALISINFO.COM, - Pelaksanaan Musyawarah Daerah Luarbiasa (Musdalub) XII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Riau masih menemukan jalan buntu. Beberapa permasalahan mencuat dalam musda tersebut. Dari permasalahan keabsahan peserta sampai dengan keabsahan pimpinan sidang.
"Nampaknya musdalub HIPMI Riau ini belum clear. Ada saja permasalahan yang mencuat, ini menunjukkan belum siapnya panitia dalam menggelar musda," kata Wakil Ketua HIPMI Bengkalis, Riza Zulhemi disela-sela pelaksanaan musdalub, Sabtu (25/9/2021), di Pekanbaru.
Riza menyebutkan, persoalan keabsahan pimpinan sidang musdalub mencuat karena prosedur pemilihan dan penetapannya tidak sesuai mekanisme.
"Ada satu pimpinan sidang yang dipilih tanpa mekanisme, hanya karena faktor senioritas saja. Dan ini menjadi masalah," kata Riza.
Dilanjutkan Riza, ini berbanding terbalik dengan keabsahan peserta.
"Ada peserta yang sudah melalui mekanisme tidak diakui, tapi pimpinan sidang yang tidak sesuai mekanisme malah dibiarkan," kata Riza.
Tidak itu saja, soal dualisme kepengurusan BPC HIPMI Indragiri Hulu pun tidak diselesaikan oleh Caretaker BPD HIPMI Riau yang melaksanakan musdalub. Sehingga, terjadi ketidakjelasan peserta musdalub Inhu.
"Padahal dua kubu HIPMI di Inhu itu sudah mau damai, tapi tidak difasilitasi BPD HIPMI Riau. Sehingga konflik BPC HIPMI Inhi ini masih terus terjadi yang mana mestinya sudah bisa diselesaikan," katanya.
Ditambahkan Riza, tidak profesionalnya panitia juga ditunjukkan dengan cara tidak menghargai mediasi yang dilakukan para peserta.
"Pada saat BPC HIPMI Bengkalis mediasi terkait kepesertaan SC curi-curi memulai sidang. Seharusnya sidang-sidang dimulai setelah kepesertaan clear," jelasnya.**
Penyunting : SUPIAN
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

