Kampanye di Bathsol, Kasmarni Ajak Emak-Emak Jaga Marwah Menangkan KBS
dibaca: 1661 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu Kepala 3.700 Pegawai Pemkab Bengkalis, Ini Pesannya
- Hidupkan Budaya dan Lingkungan Lewat Festival Sampan Layar
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
Berita Terkait
- Anggota Danramil 11/Pwk Kandis kembali gelar gakpiln protokol kesehatan.
- Anggota Danramil 09/Minas kembali terapkan Gakplin protokol kesehatan.
- Jelang Pemilihan 9 Desember 2020 anggota Danramil 08/Merbau Gelar Patroli Pengamanan.
- Surya Budiman Berjanji akan Mengawal Usulan Prioritas Desa Simpang Padang.
- Anggota Danramil 12/Pwk Sabak Auh kembali gelar patroli yustisi protokol kesehatan.
- Anggota Danramil 11/Pwk Kandis Berikan Paket Internet Gratis Kepada Siswa.
DURI - Tak pernah berhenti, calon bupati Bengkalis nomor urut 3 Kasmarni S.Sos MMP terus melaksanakan kampanye tatap muka. Dalam sehari perempuan energik itu bisa mendatangi 9 sampai 10 lokasi kampanye untuk bertemu dan bertatap muka dengan warga. Setelah kemaren, Minggu (29/11/2020) Kasmarni mendatangi 9 titik kampanye di Kecamatan Mandau, hari Senin ini (30/11/2020) Kasmarni beralih ke Kecamatan Bathin Solapan. Tujuh titik kampanye didatangi dari pagi hingga sore ini.
Membawa juru kampanye sejumlah ustad kondang di Kota Duri, Kasmarni memulai kampanye dialogis di Jalan Rangau Km 15 desa Buluh Manis. Di titik pertama ini, Kasmarni mengajak warga menjadi pemilih cerdas. Memahami visi misi calon dan tidak terpengaruh kampanye hitam yang menyesatkan.
"Saya yakin masyarakat kita sudah cerdas. Tak akan terpengaruh kampanye hitam yang sengaja dihembuskan. Biarkan saja orang menjelekkan dan memfitnah kita. Biar Allah yang akan membalasnya. Itu tanda kita sudah berada di depan dia," ujar Kasmarni.
Senada saat kampanye di titik kedua Jalan Sultan Syarif Kasim Ujung Gang Patra desa Simpang Padang, Kasmarni juga mengajak agar pendukung dan emak-emak militan Kasmarni-Bagus (KBS) bisa menetapkan politik santun dalam mensosialisasikan program kerja dam sosok KBS.
"Utamakan silaturrahmi. Jangan memaksa. Jaga marwah kita selaku wanita. Lebih baik silaturrahmi datangi rumah tetangga dan kerabat daripada berdiri di jalan-jalan. Kalau bukan kita yang mengangkat harkat dan marwah kita siapa lagi," tegas Kasmarni.
Kasmarni juga menyebut dukungan dari emak-emak militan yang bergerak dari pintu ke pintu amat dihargainya, tapi dia tak mau emak-emak merendahkan diri hanya untuk meraup suara bagi KBS.
"Kita butuh suara iya. Tapi jangan sampai merendahkan harga diri kita. Jaga marwah ibu-ibu. Lebih baik sosialisasi ke rumah tetangga dan kerabat. Selain mempererat silaturrahmi, juga dapat teh manis juga," selorohnya saat kampanye di titik ke 3 Jalan Cik Puan Ujung.
Disampaikan Kasmarni, dia maju sebagai perempuan pertama di bursa calon bupati Bengkalis karena ingin mengangkat harkat dan martabat masyarakat negeri junjungan Bengkalis terutama harkat dan martabat kaum perempuan. Makanya KBS punya program unggulan perempuan berdaya yang tak dipunyai pasangan calon bupati/wakil bupati lain.
"Percayalah perempuan itu sosok yang tangguh, sabar dan kuat. Kalau suami kita lebih duluan pergi, kita masih bisa menghidupi dan menyekolahkan anak-anak kl hingga sarjana. Tapi kalau kita yang duluan pergi, tak jamin bapak-bapak bisa Palingan kawin lagi. Alasan jaga anak," seloroh Kasmarni yang disambut gelak tawa emak-emak.
Isu Perempuan tak Boleh jadi pemimpin Isu Basi.
Sementara itu, Ustad Salman Mirza dalam orasi politiknya menyebut isu perempuan tak bisa menjadi pemimpin
merupakan isu yang sengaja dihembuskan untuk menahan laju KBS yang makin tak terbendung.
"Isu perempuan tak boleh jadi pemimpin adalah isu basi, hoak. Sengaja dihembuskan untuk meragukan. Siapa bilang perempuan tak.boleh jadi pemimpin. Yang tak boleh itu hanya jadi imam dan wali nikah," jelas Salman Mirza.
Disampaikannya, di Surabaya ada Tri Rismaharini yang menjadi walikota yang membawa perubahan besar bagi kotanya. Juga ada Khofifah Indah Parawansa, perempuan Surabaya yang jadi Gubernur Jawa Timur. Kedua perempuan tangguh ini berasal dari daerah yang kental akan nuansa islaminya. Banyak Kiai Kiai dan pondok pesantren ternama di sana seperti Ponpes Gontor. Tapi tak ada maklumat ulama yang melarang mereka jadi pemimpinnya.
"Yakin dan percayalah. Ini saatnya perempuan jadi pemimpin. Kalau tidak sekarang kapan lagi. Ini ada calon bupati perempuan yang berani maju, kenapa tidak kita dukung dan menangkan ibu Kasmarni ini. Beliau punya banyak kelebihan dari calon lain. Selain satu-satunya calon bupati dari birokrasi, beliau juga punya nurani dan naluri seorang wanita mengayomi dan melindungi masyarakatnya," jelas Salman Mirza.
Ikut hadir di kampanye itu, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Bengkalis, Ustad M Subli, Ustad Abdul Kolid, Ustad Syamsir Khan, tokoh masyarakat dan sejumlah pendukung. (rls)
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

