Askori : Jika UPT Balai Benih Teluk Papal Tidak Dikelola, Lebih Baik Ditutup Saja!
dibaca: 4016 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- Bupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
- SafaBupati Kasmarni Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
Berita Terkait
- Anggota Satgas TMMD 108 dan Masyarakat Gotong Royong Pengecoran di Jalan Rumah Sawit Inap
- Dansatgas TMMD KE-108 Tahun 2020 Sosialisasi Wasbag di Desa Api-api
- Direktur Polbeng Terpilih Silaturahmi Ke Plh Bupati Bengkalis, Ini Harapan Bustami HY
- Mahasiswa Polbeng Berhasil Masuk Final Lomba LAI2- Covid19 Bersaing Dengan ITS dan UI
- Forum CSR Diaktifkan, Merupakan Upaya Menagih Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
- Pengamat Politik Riau Khairul Amri : Dukungan PAN Untuk Kasmarni Sudah Tepat
BANTAN - Balai benih ikan pantai UPT Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis yang terletak di Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, pasalnya hingga kini kondisi fisik kantor UPT tersebut sudah tidak layak untuk ditempati.
Dari hasil investigasi dilapangan, terlihat bahwa kondisi fisik kantor UPT Perikanan Desa Teluk Papal seperti plafon, kaca jendela dan lantai mengalami rusak parah. Selain bangunan fisik yang rusak, ditambah lagi dengan benih ikan yang seharusnya diproritas adalah ikan laut dan udang paname, ternyata yang ada dikolam tempat pembibitan tersebut hanya benih ikan mas dan ikan nila.
Setiap tahun, selama hampir 20 Tahun UPT balai benih ikan laut Desa Teluk Papal ini, mendapat anggaran dari APBD Kabupaten Bengkalis cukup besar, sekitar Rp.500 juta, dan anggaran tersebut hanya untuk keperluan biaya operasional dan gaji karyawan yang berjumlah 12 orang. Tentu ini sangat disayangkan sekali, pasalnya, UPT balai benih ikan laut yang terletak di Desa Tanjung Papal tersebut sepertinya tidak memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Komisi II, Askori yang kebetulan ikut menelusuri perkembangan UPT balai benih lalu angkat bicara, ia menegaskan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis agar serius dalam mengelola UPT balai benih tersebut.
"Kita menegaskan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis agar benar - benar serius dalam mengelola UPT balai benih. Karena setiap Tahun anggarannya selalu dimasukkan dalam APBD jika UPT ini sudah tidak layak, dan tidak bisa dikelola dengan baik oleh OPD terkait, lebih baik kita tutup saja. Karena sudah sangat jelas merugikan Pemerintah Daerah," Kata Askori kepada awak media. Selasa (07/06/2020).
Selain meminta kepada Dinas Perikanan dan Kelautan agar lebih serius dalam mengelola UPT balai benih ikan laut yang ada di Desa Teluk Papal, Askori sempat mempertanyakan jumlah kolam yang berfungsi, kemudian besaran gaji karyawan dan biaya dana operasional setiap bulan.
"Kita sebenarnya ingin tau, berapa besaran gaji karyawan atau tenaga honor di UPT ini, dan biaya operasional berapa, jika UPT hanya menjadi beban untuk apa dipertahankan," Sambung Askori.
Diwaktu yang sama, kepala UPT balai benih ikan laut Desa Teluk Papal, Heriwahyudi yang kebetulan berada dilokasi tersebut, menjelaskan terkait biaya operasional dan gaji tenaga honorer yang bekerja di UPT balai benih.
"Kalau untuk gaji tenaga honor yang bekerja disini satu bulan Rp.2,5 juta per setiap bulannya sebanyak 9 orang, ini tidak termasuk gaji PNS," Jelas Heri.
Lebih lanjut, ia menambahkan untuk biaya operasional setiap bulannya mencapai Rp.25 juta, dan hasil penjualan dari benih ikan setiap bulannya mencapai Rp.5 juta.
"Jumlah kolan di UPT balai benih sebenarnya 31 kolam, tapi yang benar - benar berfungsi hanya 21 kolam, kemudian untuk biaya operasional perbulannya sekitar Rp.25 juta, dan untuk hasil penjualan benih ikan setiap bulan Rp.5 juta," Ujarnya.
"Untuk bangunan fisik kita sudah beberapa kali mengusulkan dalam APBD, supaya kantor UPT balai benih ini segera dibangun, namun kenyataannya sampai saat ini usulan yang kita ajukan tidak masuk didalam anggaran APBD," Tutup Heri.
Penulis : Supian
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

