Cegah COVID-19, Dishub Jaga Perbatasan dan Pintu Masuk Bengkalis
dibaca: 3797 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu Kepala 3.700 Pegawai Pemkab Bengkalis, Ini Pesannya
- Hidupkan Budaya dan Lingkungan Lewat Festival Sampan Layar
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
Berita Terkait
- Yuhelmi : Tim Desa Lawan Covid - 19 Sudah Terbentuk 100 Persen
- Kasmarni Salurkan Sembako Bagi Wartawan Bengkalis
- Pemdes Kembung Luar Berperan Aktif Cegah Covid-19 Dengan Membagi Masker ke Warga Desa
- Kepala KKP Wahyu Rahmi : Jumlah Positif Covid - 19 di Dumai Makin Bertambah
- Pasien Diduga Corona Meninggal Beberapa Waktu Lalu di Bengkalis Hasil Swab Negatif
- Kasdim 0303 Bengkalis Bersama GM FKPPI Lakukan Gerakan 1000 Masker Cegah Penularan Virus Corona
BENGKALIS - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Djoko Edi Imhar menyatakan pihaknya tengah bersiap membuat posko di sejumlah perbatasan Bengkalis. Hal itu untuk mengantisipasi warga datang dari daerah terjangkit atau zona merah ke Bengkalis.
Menurut Dia, Posko itu dioperasikan dalam tiga hari ke depan. Menjelang itu, saat ini Dishub Bengkalis sedang mempersiapkan langkah-langkah jelang pengaktifan posko perbatasan.
"Untuk menangkal masuknya masyarakat dari zona merah baik itu Pekanbaru dan Kota Dumai, kita akan buat posko di perbatasan. Pencatatan masyarakat yang kembali atau datang dari Pekanbaru itu akan kita catat di posko perbatasan. Rencana itu sudah susun dalam tiga hari kedepan akan kita laksanakan, "ungkap Djoko, Selasa (21/4/2020).
Dibeberkan, Posko perbatasan Bengkalis akan di bangun pada dua titik. Antara Kecamatan Siak kecil dengan Sabauh, kemudian antara Kecamatan Bandar Laksamana dengan Medang Kampai.
Kemudian, terbang Djoko Edi Imhar, guna mempersempit ruang penyebaran virus corona masuk Bengkalis, Dishub sebelumnya sudah memberlakukan protokol kesehatan di penyeberangan Sei Selari dan Air Putih Bengkalis.
"Ada kewajiban kita baik Dishub maupun pihak kapal melakukan penyemprotan disinfektan, selesai kapal disemprot penumpang naik di cek suhu tubuh kemudian sampai diatas dilakukan pengaturan jarak atau sosial distancing, " cakap Kepala Dishub lagi.
Kata Djoko, sampai hari ini jumlah penumpang penyeberangan turun 60 persen. Hal ini berdampak pada pendapatan kapal. Pihaknya kini tengah melakukan pertimbangan apakah akan mengurangi trip kapal yang biasa 45 menit sandar berangkat menjadi jadi 2 jam berangkat.
"Jadi dua jam kita tumpuk baru sekali berangkat. Perusahaan memang agak keteteran karena kurangnya jumlah penumpang, " tukasnya.
Dia berharap aturan pencegahan virus corona yang diterapkan di pelabuhan pintu masuk Bengkalis dapat menangkal virus mematikan itu masuk di wilayah Bengkalis.(rls)
Penyunting : Supian
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

