Istri Presiden RI Ke-6 Wafat di Singapura
dibaca: 3070 kaliBerita Sebelumnya
- Tegaskan Peran Koperasi Sebagai Pengerak Ekonomi Rakyat
- Hadiri Riau Bhayangkara Run 2026, Dukung Sinergitas dan Kampanye Lingkungan
- Ketua DPRD Riau Kaderismanto Hadiri Riau Bhayangkara Run, Dukung Sinergitas dan Kampanye Lingkungan
- Foto Bukti Bocor, Tak ada Satupun Ketua Desa Yang Hadir
Berita Terkait
- Amril Mukminin : Pelestarian Budaya Lampu Colok Merupakan Warisan Masyarakat Melayu
- Meriahkan Malam Tujuh Likur Ramadhan, Pemuda Pedekik Siapkan 3700 Kaleng Damar
- Bersama MUI, Komunitas Penulis Bengkalis Ekspos Dua Buku
- Selain Sistem Online, Strategi Ini Dilakukan Oleh Bapenda Bengkalis Untuk Meningkatkan PAD
- Hari Hipertensi Sedunia, RSUD Sosialisasi dan Jaring Penyakit Hipertensi
- Diwakili Staf Ahli, Bupati Bengkalis Buka Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) GP Ansor Bengkalis
SINGAPURA - Istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, meninggal dunia. Ani meninggal di National University Hospital (NUH), Singapura, Sabtu (1/6).
Humas Kogasma Partai Demokrat Tomi Satryatomo membenarkan kabar Ani meninggal dunia. Ani meninggal pada pukul 11.50 waktu setempat.
Kabar tersebut juga dikonfirmasi oleh politikus Demokrat yang dikenal dekat dengan SBY, Andi Arief.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun, Bu Ani telah meninggal dunia pada 11.50 waktu Singapura," tulis Andi Arief di akun Twitternya.
Ani Yudhoyono pertama kali dirujuk ke NUH karena kanker darah yang dideritanya pada pertengahan Februari ini. Ia tumbang saat mendampingi suaminya berkampanye di Pemilu 2019.
Kondisi Ani sempat membaik. Ia bahkan sempat mengikuti Pemilu 2019 di rumah sakit dan sempat diperbolehkan keluar dari ruang isolasi untuk sementara.
Namun, sejak Rabu (29/5) kondisinya mulai menurun. Ia pun dirujuk ke ruang ICU untuk mendapat perawatan intensif.**
Sumber : kumparan.com
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

