Billy Yanis Saputra, MM

Berkah Ramadhan Terhadap Ekonomi Nasional

dibaca: 2133 kali
Oleh: Admin Pojok Redaksi | Minggu, 10 Juni 2018 - 13:51:54 WIB

Berkah Ramadhan Terhadap Ekonomi Nasional

BENGKALIS - Ramadhan yang pasti di lalui oleh umat islam setiap tahunnya akan selalu kita temukan aturan-aturan yang melekat dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan itu. Puasa yang di mulai dari waktu imsyak sampai azan maghrib harus dapat menahan rasa haus dan lapar, menahan hawa nafsu, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang membatalkan puasa. Pada bulan ramadhan juga sangat di anjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti sholat tarawih, tadarusan, bersedekah dan banyak ibadah lainnya. Tentunya ibadah puasa yang kita jalani harus dapat di maknai dengan memiliki rasa empati kepada sesama agar tujuan puasa dapat bermanfaat baik dunia maupun akhirat.

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi manusia yang mengimaninya, setiap manusia yang beriman akan berlomba-lomba untuk membuat kebaikan serta memperbanyak aktifitas ibadah yang dapat meningkatkan portofolio ibadahnya. Sebagaimana dalam surah Al-Baqarah ayat 183 Allah SWT berfirman ‘’Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa’’. Ibadah puasa memiliki sejumlah manfaat dan hikmah bagi setiap manusia beriman yang menjalani, pertama memunculkan rasa takwa kepada Allah SWT sekaligus dapat meresapi ke esaan tuhan, kedua dapat melatih disiplin dengan mematuhi waktu sahur dan berbuka serta tepat waktu menjalankan sholat wajib serta selalu merasa diperhatikan oleh Allah SWT, ketiga secara sosial dapat melatih rasa cinta, rasa iba, dan berbagi kesesama.

Ada hubungan yang jelas antara Ramadhan dengan Ekonomi Nasional, pertumbuhan ekonomi merupakan ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Perubahan kebiasaan akan menyebabkan naiknya permintaan berbagai macam kebutuhan pokok, masyarakat biasanya lebih banyak mengkonsumsi kebutuhan pokok dibandingkan hari-hari biasanya serta anjuran untuk banyak bersedekah dan berbagi akan berpengaruh terhadap permintaan. Selain itu menu berbuka puasa yang lebih beragam, mengundang sesama untuk berbuka puasa, mengundang anak yatim atau bahkan sahur bersama juga salah satu penyebab naiknya permintaan tersebut. Sektor Ritel tentu sangat di untungkan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, otomatis akan dapat meningkatkan pendapatan nasional.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2018 mencapai 5,2%. Pertumbuhan kuartal II ditopang peningkatan konsumsi sebesar 15-20 % terutama menjelang Lebaran. Prediksi ini pun jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018 yang sebesar 5,06%. Tingginya permintaan terhadap kebutuhan pokok masyarakat tentu  harus di iringi dengan ketersediaan bahan pokok, hal  ini untuk menjaga agar inflasi tetap dapat terkendali. pemerintah melalui Kementrian Perdagangan sudah mengingatkan produsen untuk menjaga ketersediaan barang selain dapat menjaga tingkat inflasi ketersediaan barang juga akan menyebabkan harga lebih stabil. Meningkatnya konsumsi masyarakat akan memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi Nasional, walaupun sektor konsumsi  masyarakat menjadi salah satu penompang dalam komposisi pertumbuhan ekonomi selain investasi, konsumsi pemerintah, serta ekspor dan Impor.

Jika kita lihat gambaran dan paparan di atas maka ramadhan benar-benar memiliki peran yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, semoga bulan yang memiliki banyak keberkahan ini dapat memberikan kebaiakan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan kita akan mengalu-alukan untuk dapat bertemu kembali pada Bulan Ramadhan yang akan datang. selain dapat memaksimalkan ibadah yang di lakukan juga dapat memberikan multiplayer effek terhadap ekonomi bangsa.

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook