Infrastruktur Pesisir (2)

Membangun Kepulauan Meranti Dari Propinsi Riau

dibaca: 2265 kali
Oleh: Admin Pojok Redaksi | Rabu, 17 Januari 2018 - 19:51:36 WIB

Membangun Kepulauan Meranti Dari Propinsi Riau

Alfansuri, ST, M.Sc Ketua Pengelola Akademi Komunitas Negeri Bengkalis (AKN-B)

Pertelegahan politik dalam mendapatkan perahu partai untuk berlayar pada Pilkada Gubernur Riau telah berakhir dengan melahirkan 4 pasangan Putra-putra terbaik propinsi ini. Adapun keempat pasangan tersebut antara lain ; Syamsuar dan Edi Natar Nasution, Firdaus dan Rusli Effendi,  pasangan petahana Andi Rahman dan Suyatno terakhir ada pasangan Lukman Edy dan Hardiyanto. Pengalaman dari pilgub-pilgub sebelumnya, hiruk pikuk pesta demokrasi pada ajang pilgub Riau tidak seperti pemilihan Bupati dan Wakil Bupati ataupun Walikota dan Wakil Walikota. Masyarakat bawah tidak terlalu peduli dengan siapa gubernur mereka, pembahasan dan diskusi tentang siapa gubernur terbaik hanya menjadi dikalangan elit partai didaerah, tokoh-tokoh masyarakat dan kaum terdidik saja. Namun pilgub kali ini nuansanya agak berbeda dengan pilgub-pilgub sebelumnya, menurut penulis hal ini dikarenakan semakin masifnya informasi yang diterima oleh masyarakat secara luas. Untuk masyarakat Riau pesisir pilgub kali sangat menjadi perhatian serius, bagaimana tidak informasi ketimpangan pembangunan yang ada di Propinsi Riau sudah sangat terdedahkan, wabil khusus bagi masyarakat Kabupaten Kep. Meranti.

 

Kab. Kepulauan Meranti saat ini tidak hanya sebagai kabupaten bungsu dari sisi usia, ianya juga bungsu dalam hal ketersediaan infrastruktur, paling corot dalam hal indeks pembangunan manusia dan paling parah dalam keparahan kemiskinan. Propinsi Riau mengetahui secara benar hal-hal demikian, buku statistik setiap tahun diterbitkan oleh BPS sebagai pegangan namun pemerintah Propinsi dan segenap anggota DPRD belum berbuat banyak untuk memperbaiki nasib kabupaten termuda di Provinsi Riau ini.  Pemprop lebih memilih memperioritaskan jalan, jembatan, dan perkantoran yang ada disekitar perkotaan, padahal Kab. Kepulauan Meranti adalah kabupaten di Riau yang memiliki posisi yang strategis, merupakan salah satu kawasan terluar RI yang dimiliki Riau, berbatasaan dengan negara tetangga dan yang paling strategis buat Riau Kabupaten ini penghubung propinsi Riau dengan adiknya Propinsi Kepulauan Riau yang secara otomatis menghubungkan dua kawasan pertumbuhan terpadu di Republik ini, pertumbuhan terpadu di pesisir timur dengan pertumbuhan terpadu Batam, Bintan Karimun.

 

Disisi lain Kabupaten Kep. Meranti memiliki APBD yang relatif kecil dibandingkan dengan Kabupatenkota lainnya. Oleh sebab itu momen pilgub ini sangat strategis bagi masyarakat pesisir, calon gubernur yang akan dipilih masyarkakat pesisir, tidak hanya calon gubernur yang memiliki kedekatan emosional seperti satu puak, satu kampung, family, satu partai, satu organisasi dan sebagainya melainkan calon gubernur yang mampu mengusung program starategis bagi masyarkat pesisir terkhusus buat masyarakat kep. Meranti. Pada kesempatan ini saya mengusulkan beberapa progran staregis bagi cakon gubernur yang mau meraup suara di Kabupaten termuda ini.

 

Pertama, Ruas jalan Kampung Balak - Selat panjang.

Ruas ini merupakan ruas yang paling urgen bagi masyarakat Meranti, bagaimana tidak, ruas jalan inilah yang akan menghubungkan ibu kota kabupaten dengan ibu kota Propinsi Riau melalui Buton, Dayun dan Perawang. Memang ruas jalan ini sudah mulai dibangun oleh propinsi Riau, namun Propinsi Riau tidak terlalu serius menyelesaikan. Dalam usianya yang menjelang 9 tahun umur Kabupaten ini, jalan ini tidak juga terselesaikan. Dan informasi yang penulis terima sampai saat ini Propinsi Riau belum berani mengangkat status jalan ini menjadi jalan propinsi, padahal dari semua kriteria yang ada untuk menjadikan jalan ini jalan propinsi sudah terpenuhi. Untuk ruas jalan-jalan yang lain saja yang hanya menghubungkan kecamatan dalam dan antar kabupaten banyak yang dijadikan jalan Propinsi oleh Propinsi Riau.

 

Kedua, Ruas Jalan Tjg Padang – Teluk Belitung – Lukit
Dalam rangka membuka keterisolasian Pulau Padang Kab. Kepulauan Meranti, dan dalam rangka menghubungkan Kabupaten Bengkalis – Kab. Meranti, dan Kab. Kep. Meranti – Kab. Siak, maka ruas jalan ini harus menjadi jalan Propinsi.

 

Harapan kita bersama sebagai masyarakat pesisir, Propinsi Riau harus peduli dengan keterpurukan infrasturktur yang dimiliki Kabupaten termuda Riau ini. Dan pada kesempatan ini juga saya memandang Posisi strategis yang dimiliki oleh Kabupaten Kep. Meranti, sebagian ruas jalan yang ada di Kabupaten Kep . Meranti dapat dijadikan jalan Nasional. Jalan Nasional yang harus diusulkan oleh Propinsi Riau dimulai dari Sp Minas – Perawang – Buton – Kp Balak – Selat Panjang – Bantar – Tanjung Samak – Tanjung Medang. Usulan ini sangat logis diusulkan ke kementerian mengingat ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan yang menghubungkan Propinsi Riau dengan Kep. Riau, selain itu juga ruas jalan ini melewati Pulau terluar di Indonesia yakni Pulau Rangsang.

 

Apabila salah satu calon Gubernur Riau mau menjadikan apa yang penulis sebutkan diatas menjadi Program Prioritas Propinsi Riau kedepan, saya yakin masyarakarat pesisir khususnya masyarakat Kep. Meranti akan sangat antusias memberikan dukungan.

 

Penulis : Alfansuri, ST, M.Sc (Ketua Pengelola AKN Bengkalis dan Dosen Polbeng)

  Print Berita

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook