Asa Bupati Amril: Proyek Pembangunan Pipa Gas Duri-Dumai Pakai Naker Tempatan
dibaca: 2117 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu Kepala 3.700 Pegawai Pemkab Bengkalis, Ini Pesannya
- Hidupkan Budaya dan Lingkungan Lewat Festival Sampan Layar
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
Berita Terkait
- Bupati Amril : KI Award Riau 2017 Sebagai Motivasi Tingkatkan Pelayanan
- Mindset : Kunci Sukses Yang Harus Dimiliki
- Politeknik Bengkalis dan Disnakertrans Menggelar Job Fair Perdana Di Duri
- Pemkab Bengkalis Terus Berupaya Meningkatkan Jumlah Beasiswa
- Kades Sekodi dan Irmi Syakip Lepas Pawai Taaruf MTQ
- Sebesar Rp3,632 triliun, APBD Bengkalis Tahun 2018 Telah Ketuk Palu
PEKANBARU – Bupati Amril Mukminin mengatakan, sesuai kewenangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis akan mendukung sepenuhnya proyek pembangunan pipa transmisi gas Duri-Dumai sepanjang kurang lebih 64 Km yang titik awalnya di Duri Meter Station pipa Grissik-Duri tersebut.
Selain itu, mantan Kepala Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir ini juga menegaskan, agar dalam pengerjaan proyek yang diperkirakan dengan nilai investasi sekitar US$52,2 juta dollar AS dan menyerap tenaga kerja hingga 400 orang pada masa konstruksi itu, juga mempekerjakan tenaga kerja lokal.
“Kita tentu berharap, dalam pengerjaan kontruksi pipa transmisi tersebut, khususnya yang berada di wilayah Bengkalis, tenaga kerja (Naker) tempatan diikutsertakan. Begitu pula dalam pemanfaatan proyek tersebut, masyarakat Bengkalis harus juga dapat menikmatinya. Apalagi kelangkaan gas kerab terjadi di daerah ini seperti yang terjadi sekarang ini,” asanya.
Bupati Amril mengatakan itu usai mengikuti pemaparan dari pihak PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) tentang pembangunan pipa transmisi gas Duri-Dumai di Pekanbaru, Kamis siang, 7 November 2017.
Turut mendampingi Bupati Amril dalam pertemuan dengan PGN beserta konsorsiumnya tersebut, diantaranya Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup H Arman AA, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang H Tajul Mudaris, Plt Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Indra Gunawan dan Plt Kadis Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Gendrayana Rohaini.
Sekadar informasi, periode kontruksi pembangunan pipa transmisi ini selama 12 bulan, dari November 2017-November 2018. Proyek pembangunan pipa transmisi Duri-Dumai merupakan kerja sama antara PGN dengan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gas.
Kerja sama ini merujuk pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 4975 K/12/MEM/2016. Sebagai kelanjutan kerja sama, dua perusahaan pelat merah ini sebelumnya telah menandatangani Head of Agreement (HoA) di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Di dalam proyek ini, PGN dan Pertamina masing-masing memiliki 40 persen dan 60 persen, di mana investasi yang digelontorkan mencapai US$76 juta atau setara Rp 1,02 triliun.
Adapun gas yang akan dialirkan berasal dari blok Corridor yang dioperatori oleh ConocoPhilips dengan alokasi 37 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) bagi PGN dan 57 MMSCFD untuk Pertamina.
Selain itu, Pertamina juga mendapatkan alokasi tambahan gas dari blok Bentu yang dikelola PT Energi Mega Persada Tbk sebesar 40 MMSCFD.
Mengenai izin dari Pemkab Bengkalis, proyek pembangunan pipa transmisi Duri-Dumai ini sudah mengantongi dua izin. Yaitu Izin Lingkungan (izin lingkungan kegiatan pembangunan pipa distribusi gas bumi Duri dan fasilitasnya oleh PGN di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis).
Kemudian, Persetujuan Izin Prinsip (persetujuan prinsip/rekomendasi pembangunan jaringan pipa gas bumi Duri-Dumai beserta fasilitasnya). Kedua izin dari Pemkab Bnegkalis tersebut diberikan pada tahun 2015.
0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

