DLH Sosialisasi Pencemaran Kabut Asap
dibaca: 2413 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu Kepala 3.700 Pegawai Pemkab Bengkalis, Ini Pesannya
- Hidupkan Budaya dan Lingkungan Lewat Festival Sampan Layar
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
Berita Terkait
BENGKALIS — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis mensosialisasikan bahaya pencemaran udara akibat kabut asap. Terlebih saat ini potensi kabut asap selama musim panas di wilayah Kabupaten Bengkalis cukup mengkhawatirkan.
Salah satu desa yang diberikan pemahaman masyarakat tentang bahaya pencemaran udara dampaik dari kabut asap di Desa Pergam, Kecamatan Rupat. Sosialisasi tersebut diikuti 50 peserta terdiri dari masyarakat dan siswa. Sosialisasi peningkatan pemahaman masyarakat dan siswa tentang bahaya pencemaran udara dampak dari kabut asap berlangsung di ruang pertemuan kantor Lurah Pergam, Rabu (10/5) lalu.
Hal itu disampaikan Kepala DLH Kabupaten Bengkalis H Arman AA melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Suhaimi, SH, Jumat (12/5) kemarin. Menurutnya, DLH turun memberikan sosialisasi ke masyarakat dan siswa bersama sejumlah narasumber terkait dibidangnya.
Menurut Suhaimi, narasumber yang dihadirkan diantaranya dari UPT Kesehatan/Puskesmas Kecamatan Rupat dr. Wel Rambe, kemudian DLH Kabupaten Bengkalis yakni H Nurhasanah, dan Lurah Pergam Ahmad Tarmizi yang menyampaikan materi penguatan masyarakat dalam mengantisipasi bahaya kabut asap tersebut.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Nurman mengatakan, kegiatan atau sosialisasi DLH tentang peningkatan pemahaman masyarakat dan siswa tentang bahaya pencemaran udara dampak dari kabut asap ini dilaksanakan Tahun 2017 sebagai upaya pencegahan dini.
Nurman mengatakan, sebanyak 50 peserta diberikan pemahaman melalui materi berkaitan dengan bahaya kabut asap. Pencemaran udara yang disampaikan para narasumber berkaitan dengan isu nasional akhir-akhir ini, akibat kabut asap udara bisa tercemar, dimana kondisinya menggambarkan udara yang tidak murni lagi, karena tercempar oleh berbagai macam zat-zat polutan.
Selain itu, terjadinya pencemaran udara atau udara tidak sehat tidak lain dan tidak bukan merupakan dampak dari ulah manusia sendiri. Polutan yang mencemari udara ini paling banyak berupa asap-asap yang di dalamnya mengandung banyak sekali penyakit dan juga hal merugikan lainnya.
“Asap-asap yang menyebabkan pencemaran udara ini semakin banyak kita temui ketika zaman yang kita tempati ini semakin modern dan semakin banyak aktivitas-aktivitas industry manusia, dan juga akibat kekabakaran lahan dan hutan. Alhamdulillah, sosialisasi kita di Desa Pergam mendapat sambutan hangat dari peserta dan masyarakat di sana,” ujarnya
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

