Resiko Bencana Masih Sulit Ditiadakan
dibaca: 2224 kaliBerita Sebelumnya
- Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu Kepala 3.700 Pegawai Pemkab Bengkalis, Ini Pesannya
- Hidupkan Budaya dan Lingkungan Lewat Festival Sampan Layar
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
- Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan BBM SPBU Diprioritaskan Untuk Masyarakat
Berita Terkait
BENGKALIS – Bupati Bengkalis Amril Mukminin, mengingatakan resiko terjadinya sebuah bencana masih sulit ditiadakan. Terlebih Kabupaten Bengkalis yang terkenal sebagai daerah rawan bencana, baik faktor alam, non alam dan juga ulah manusia.
Hal itu disampaikan Amril Mukminin diwakili oleh Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan, Umi Kalsum saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulanan bencana Daerah, di gedung Daerah Laksamana Raja Dilaut, Rabu (3/5).
Dengan pertimbangan bahwa resiko bencana masih sulit untuk ditiadakan, Umi mengatakan, maka diperlukan kemampuan dalam mengindetifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi, agar dapat mengurangi tingkat resiko terjadinya bencana tersebut.
Disisi lain, sambung Umi lagi, salah satu alasan mengapa dibentuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) BPBD sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2016, merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menanggapi berbagai persoalan bencana daerah.
Pada kesempatan itu Umi Kalsum berpendapat, bahwa Rakor yang dilaksanakan BPBD ini dapat membuahkan hasil dalam upaya menanggulangi bencana yang terjadi di Kabupten Bengkalis ini.
“Melalui rakor ini, diharapkan dapat terwujud perencanaan yang matang di bidang penanggulangan bencana serta terjalinnya hubungan dan sinergi yang harmonis antara badan penanggulangan bencana kabupaten dan kecamatan se-Kabupaten Bengkalis maupun stakeholder lainnya,” ungkap Umi.
Umi juga berharap agar seluruh peserta bisa berbagi pengalaman, menjalankan sistem penanggulangan bencana dan menyelenggarakannya serta adanya komitmen, dukungan dan perhatian dari semua pihak dalam upaya penanggulangan bencana khususnya di Kabupaten Bengkalis Negeri Junjungan.
Rapat yang mengusung tema wujudkan kesiapsiagaan, ketangguhan pemerintah dan masyarakat dalam bingkai kebersamaan bencana itu, diikuti oleh 80 peserta dari 22 instansi Pemerintahan Kabupaten Bengkalis. Adapun tujuan dilaksanakan Rakor ini, sebagai sinkronisasi dan sinergi dalam kesigapan menghadapi bencana daerah.
Turut hadir dalam Rakor tersebut, sejumlah pejabat administrator dan pengawas Kabupaten Bengkalis, dan Camat se-Kabupaten Bengkalis, serta Forkopimda Kabupaten Bengkalis.
Kemudian, Kepala Pelaksana BPBD, Muchammad Jalal, perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana pusat, Iwan Subiyantoro, perwakilan BPBD Provinsi Riau, Naspi Yendri.
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

